Tentang Kami

Profil PERPUSTAKAAN KUCICA

PERPUSTAKAAN DIGITAL DESA TULAKAN

Foto Profil Perpustakaan Utama
Foto Profil Tambahan
Sejarah Perpustakaan Kucica Desa Tulakan
Perpustakaan Kucica Desa Tulakan merupakan wujud nyata semangat literasi dan pemberdayaan masyarakat Desa Tulakan yang tumbuh dari kesadaran bersama akan pentingnya budaya membaca dan pendidikan masyarakat. Perpustakaan ini berdiri pada tahun 1988 atas prakarsa warga Desa Tulakan setelah terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Gemar Membaca yang diadakan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Jepara. Melalui musyawarah desa, masyarakat kemudian sepakat membentuk perpustakaan desa yang diberi nama “Kucica”, akronim dari Aku Cinta Membaca.

Nama “Kucica” juga terinspirasi dari seekor burung kecil yang indah, lincah, dan aktif bergerak. Filosofi tersebut melambangkan perpustakaan sebagai bagian kecil dari pembangunan desa yang senantiasa dinamis, menarik, serta mampu menjadi penggerak kemajuan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Pada masa awal berdirinya, kegiatan perpustakaan masih sangat sederhana. Koleksi buku yang tersedia masih terbatas dan sarana prasarana belum memadai. Sebagian besar bahan pustaka berasal dari bantuan Departemen Penerangan serta Kantor Tenaga Kerja yang saat itu menempatkan tenaga TKS-BUTSI (Tenaga Kerja Sukarela – Badan Usaha Tenaga Sukarela Indonesia) di Desa Tulakan. Meski dengan keterbatasan, perpustakaan tetap menjadi ruang belajar masyarakat yang penuh semangat dan harapan.

Perjalanan perpustakaan tidak selalu berjalan mudah. Setelah berakhirnya pendampingan TKS-BUTSI, aktivitas perpustakaan sempat mengalami stagnasi dan berjalan secara rutin tanpa perkembangan yang signifikan. Namun demikian, semangat literasi masyarakat tidak pernah benar-benar padam.

Kebangkitan baru dimulai pada tahun 2010 seiring selesainya pembangunan Kantor Pemerintah Desa Tulakan. Pemerintah desa menyediakan ruang khusus perpustakaan lengkap dengan almari buku dan fasilitas meja kursi. Dukungan masyarakat mulai tumbuh melalui sumbangan buku, disertai bantuan pendanaan dari Pemerintah Desa Tulakan melalui Dana Desa. Pengurus perpustakaan juga mendapatkan pelatihan pengelolaan perpustakaan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Jepara sehingga tata kelola perpustakaan semakin berkembang secara profesional.

Perkembangan signifikan terjadi pada tahun 2013 ketika pengelolaan perpustakaan diintensifkan untuk mendukung Lomba Tertib Arsip Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Momentum penting berikutnya terjadi pada Agustus 2014 ketika pengelola perpustakaan yang saat itu dipimpin oleh Ir. H. Ahmad Khafid, S.Pd. diundang ke Yogyakarta untuk mengikuti Lokakarya Nasional Program PerpuSeru dan pelatihan lanjutan di Kabupaten Jepara.

Sejak saat itu, Perpustakaan Kucica meneguhkan tekad untuk menjadi pusat belajar masyarakat berbasis teknologi dan pemberdayaan sosial, sejalan dengan semangat PerpuSeru: “Bersama Terbang Menembus Batas.” Berbekal tiga unit komputer dan akses internet, perpustakaan mulai mengembangkan layanan teknologi informasi secara progresif. Jaringan internet diperluas hingga menjangkau delapan titik pemancar di wilayah desa. Selain itu, didirikan pula stasiun radio komunitas Kucica FM sebagai media informasi dan edukasi masyarakat.

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, Perpustakaan Kucica berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan dan kegiatan edukatif. Pelatihan komputer dan internet diberikan kepada ibu-ibu TP PKK, kader Posyandu, Karang Taruna Noto Buwono, pelajar SMP/MTs dan SMA/MA, santri pondok pesantren, kelompok pengajian, perangkat desa, Ketua RT/RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga guru dan tenaga pendidikan PAUD, TPQ, TA/RA, serta SD/MI.

Melalui kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah maupun pihak swasta, perpustakaan juga menyelenggarakan pelatihan keterampilan seperti menjahit, sablon, pengolahan makanan ringan, hingga pembuatan blog dan website. Seluruh kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan tidak hanya berperan sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai pusat transformasi sosial yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Kini, Perpustakaan Kucica Desa Tulakan hadir sebagai simbol kemajuan literasi desa, ruang belajar sepanjang hayat, serta motor penggerak lahirnya masyarakat yang cerdas, kreatif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Lokasi Kami

Temukan perpustakaan fisik kami.