Kunjungan Bupati Jepara dan Wakil Bupati Jepara dalam Rangka Safari Ramadan 1447 H di Masjid Jami' Baiturrokhim Dukuh Sinder Desa Tulakan Kecamatan Donorojo
Tulakan, Rabu 4 Maret 2026 – Pemerintah Desa Tulakan menerima kunjungan Bupati Jepara dan Wakil Bupati Jepara beserta rombongan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam rangka kegiatan Safari Ramadan 1447 H/2026, yang dirangkaikan dengan Tarawih Keliling (Tarling). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Jami’ Baiturokhim, Dukuh Sonder, Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran Forkopimcam Donorojo, Pemerintah Desa Tulakan, takmir masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang memadati area masjid sejak sore hari. Momentum ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Tulakan karena dapat bersilaturahmi langsung dengan pimpinan daerah di bulan suci Ramadan.
Rangkaian Kedatangan dan Penyerahan Bantuan
Rombongan berangkat dari Pendopo Kabupaten Jepara pada pukul 15.35 WIB dan tiba di Masjid Jami’ Baiturokhim sekitar pukul 16.45 WIB.
Pada pukul 16.45–17.00 WIB, Bupati Jepara secara simbolis menyerahkan bantuan serta santunan kepada anak yatim, sekaligus dukungan untuk kemakmuran masjid dan masyarakat Desa Tulakan. Penyerahan tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kebersamaan antara pemerintah daerah dan warga.
Sambutan Takmir Masjid
Acara resmi dibuka oleh MC pada pukul 17.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Takmir Masjid Jami’ Baiturokhom pada pukul 17.05–17.15 WIB.
Dalam sambutannya, Takmir Masjid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terpilihnya Masjid Jami’ Baiturokhim sebagai lokasi Safari Ramadan tahun ini. Ia menuturkan bahwa kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi pengurus dan jamaah untuk semakin memakmurkan masjid serta meningkatkan kegiatan keagamaan di Desa Tulakan.
Takmir juga berharap perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jepara terus berlanjut, khususnya dalam pengembangan sarana prasarana ibadah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sambutan Bupati Jepara
Pada pukul 17.15–17.25 WIB, Bupati Jepara menyampaikan sambutannya di hadapan jamaah yang memenuhi masjid. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat hingga tingkat desa.
Bupati menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban lingkungan, serta mendukung program pembangunan daerah.
Selain itu, Bupati berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Tausiyah, Buka Puasa, dan Tarawih Bersama
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan pada pukul 17.25–17.55 WIB yang mengangkat tema pentingnya meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial di bulan suci. Tausiyah diakhiri dengan doa bersama pada pukul 17.55–18.00 WIB.
Memasuki waktu Magrib, seluruh jamaah melaksanakan salat Magrib berjamaah sekaligus berbuka puasa bersama pada pukul 18.00–18.20 WIB. Suasana kebersamaan sangat terasa saat masyarakat, perangkat desa, dan rombongan Pemerintah Kabupaten Jepara duduk bersama menikmati hidangan berbuka.
Acara dilanjutkan dengan ramah tamah hingga pukul 19.10 WIB, kemudian dilaksanakan salat Isya’ dan Tarawih berjamaah pada pukul 19.10–20.00 WIB. Kegiatan tambahan berlangsung secara tentatif hingga akhirnya seluruh rangkaian acara selesai pada pukul 21.45 WIB dan rombongan kembali ke Jepara.
Harapan dan Apresiasi
Pemerintah Desa Tulakan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Jepara beserta rombongan. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera.
Safari Ramadan 1447 H di Masjid Jami’ Baiturokhim menjadi momen penuh makna, tidak hanya sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai wujud nyata kedekatan pemimpin daerah dengan masyarakatnya.